Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Juli 2018

Menata Cinta

Secara Fitrah manusia sebagai makhluk mencintai KhaliqNya yaitu Allah. Namun tak dapat dipungkiri banyak cinta jenis lain yang ada di hati manusia dan ditujukan kepada selain Allah. Cinta kepada selain Allah ini kerap mendominasi hati manusia dan mengacaukan tujuan hidupnya. Sebagai Muslim kita harus hati-hati dalam menata cinta jangan sampai cinta kepada sesuatu selain Allah menyebabkan keburukan pada diri kita sendiri maupun pihak lain.


Cinta Tertinggi seorang muslim haruslah hanya kepada Allah SWT, baru kemudian kepada yang lainnya.



Berikut adalah tingkatan cinta dari yang terendah sampai ke yang tertinggi.

1. Cinta kepada Materi
Sifatnya haruslah biasa saja atau sekedarnya. Cinta jenis ini diberikan kepada fasilitas hidup di dunia, berupa tumbuhan, hewan, maupun benda-benda lainnya. Semua yang ada di langit dan di bumi telah ditundukkan Allah bagi manusia, sebagai fasilitas yang mendukung kehidupan manusia dan tugasnya beribadah kepada-Nya dalam segala aspek kehidupan.

2. Cinta kepada sesama manusia
Cinta jenis ini hanya boleh sampai pada tingkat Athf (simpati). Tanpa memandang perbedaan apapun, cinta jenis ini diwujudkan dalam bentuk menyampaikan kebenaran dan mengajak kepada keselamatan dunia akhirat, dan menghindar dari hal-hal buruk.

3. Cinta kepada sesama Muslim
Cinta, pada tingkatan ini, diikuti Shabaabah ( Empati ). Diwujudkan dalam kedekatan hubungan layaknya dengan orang yang memiliki hubungan persaudaraan dengan kita.

4. Cinta kepada orang Mukmin
Cinta, pada tingkat ini, diikuti perasaan yang lebih dalam yaitu berupa As Syauq (kerinduan) dan diberikan kepada sesama Mukmin. Kepada mereka dapat kita berikan cinta dan kasih sayang.

5. Cinta kepada Rasulullah dan Islam yang diajarkannya
Tingkatannya tidak boleh sampai kepada penghambaan, tetapi hanya sampai tingkat ‘Isyq (kemesraan) dan diwujudkan dengan cara meneladani beliau dan menghidupkan sunnahnya.

6. Cinta kepada Allah
Adalah cinta yang tingkatannya tertinggi, terbesar dan utama, hanya boleh diberikan kepada Allah saja. Cinta tingkatan ini mencakup penghambaan dan penyembahan terhadap yang dicintai (Allah).

Hubungan dengan tingkatan cinta yang lebih tinggi tentunya meliputi perasaan yang ada pada tingkat cinta dibawahnya, namun cinta dan perasaan pada tingkat yang lebih rendah tidak boleh melebihi cinta dan perasaan yang diberikan kepada tingkatan cinta yang diatasnya.

Cinta kepada materi hanya boleh sampai kecintaan yang sekedarnya / biasa saja, tidak boleh sampai pada tingkat simpati terlebih sampai kepada penghambaan.

Contohnya cinta kepada materi hanya boleh sampai kecintaan yang sekedarnya / biasa saja, tidak boleh sampai pada tingkat simpati terlebih sampai kepada penghambaan.

Cinta kepada selain Allah harus tetap dalam kerangka cinta kita kepada Allah. Mencintai kesemuanya dalam rangka cinta kita kepada Allah.

يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ

“Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari “ (Fathir : 13)

إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ وَلَا يُنَبِّئُكَ مِثْلُ خَبِيرٍ

“Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari kemusyrikanmu dan tidak ada yang dapat memberikan keterangan kepadamu sebagai yang diberikan oleh Yang Maha Mengetahui”
(Fathir : 14 ).

Cinta kepada selain Allah harus tetap dalam kerangka cinta kita kepada Allah. Mencintai kesemuanya dalam rangka cinta kita kepada Allah.

Dengan demikian kemampuan menata cinta itu sangat penting, agar kita mampu membagi dan menempatkan setiap jenis cinta sesuai porsinya. Selain itu akan memudahkan kita dalam menentukan prioritas, menentukan mana yang harus didahulukan ketika di hadapkan pada pilihan-pilihan dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang pada hakekatnya kesemuanya itu kelak akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah. Dan supaya kita berhati-hati agar tidak terjatuh pada lembah kemusyrikan. (Prima Yuniarti/voa-islam.com)




Kamis, 03 Mei 2012

Mencintai

Mencintai...BUKANLAH bagaimana kamu melupakan
melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN

Mencintai...BUKANLAH bagaimana kamu mendengarkan
melainkan bagaimana kamu MENGERTI

Mencintai...BUKANLAH apa yang kamu lihat 
melainkan apa yang kamu RASAKAN

Mencintai...BUKANLAH bagaimana kamu melepaskan 
melainkan bagaimana kamu BERTAHAN

khalil gibran
 
 

Kamis, 23 Februari 2012

Aku Memilihmu karena ALLOH


Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..
Ingin ku beri tahu padamu..
Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia..
Orang tua yg begitu sempurna..
Dengan cinta yg begitu membuncah..
Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga..
Maka, padamu ku katakan..
Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..

Padamu yang Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..
Maka, ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.
Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna..
Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan satu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi 'kita'..

Padamu yg Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah,
Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..
Maka ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya.. Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita..
Itulah visi pernikahan kita..
Ibadah pada-Nya ta'ala..

Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..
Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..
Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan..
Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..
Namun tatap mataku, tersenyumlah..
Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..
Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah..
Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..


Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku..
Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..
Maka dimataku kau adalah yang terindah,
Kata2mu adalah titah untukku,
Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..
Maka kalau kau berkenan ku meminta..
Jadilah hunian yg indah, yang kokoh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..

Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku…
Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga..
Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,
Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad..
Yang darahnya mengalir darah syuhada..
Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu membentuk mereka..
Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..

Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…
Ku memohon padamu.. Ridholah padaku,
Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya..
Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..

SAlam Santun Senyum MANIS krn ALLOH

by:violetta 

Selasa, 18 Oktober 2011

Suami ladang pahala bagi istri

Suamiku adalah Ladang pahala bagiku
Sudah lama sekali ingin menulis ini untukmu...
Duhai suamiku...
Semoga cintamu terukir indah slalu untukku..
Smga kerja kerasmu di hari ini berpeluh keringat
Adalah pahala untukmu dan keluarga kita..


Duhai suamiku...
Secapek apapun kerjamu hari ini..
Aku akan slalu setia menemanimu..
Menyiapkan makan malam untukmu..
Memijat pundakmu..
Dan menceritakan kisah anak-anak kita hari ini..


Duhai suamiku..
Bila malam tiba..
Kan kuukir cinta di hatimu..
Kan kurajut cinta bersamamu...
Bersama membentang sajadah di pertigaan malam kita..
Teringat saat aku sendiri..aku slalu memohonmu di waktu pertigaan malam-malam NYA


Duhai suamiku..
Aku bukanlah wanita cantik
Tapi aku tahu akulah yg tercantik di hatimu
Aku bukan wanita pintar
Tapi aku tahu aku akan mjd wanita terpintar bagimu & mendidik anak-anak kita..


Duhai suamiku...
Kaulah ladang pahala bagiku dan pembuka pintu surga bagiku..
Aku kan menuruti perintah mu, asalkan tidak bertentangan dg Agama koe
Menjahui segala yg tak kau sukai...
Berkata santun dan lemah lembut padamu
Merasa cukup dgn pemberiaanmu..


Duhai suamiku..
Dengan rejeki yang berkecukupan dan berkah
serta keluarga kita kaya akan cinta..
Cukuplah cintamu dan anak-anak kita
Membuatku merasa menjadi wanita terkaya di dunia..
Dengan smua kebahagiaan yg kau beri..


Duhai suamiku..
Tiada kata yg indah untukmu..
Selain kuucapkan..
"Aku mencintaimu karena ALLAH"
Bismillahirrohmanirrohiim
Teruntuk semua istri" sholehah yg mencintai suaminya